welcome

welcome to my blog

  • Buku favorit
  • Film
  • Hobi
  • Music

translate

Cari Blog Ini

Selasa, 31 Mei 2011

Team Work

Apa itu Team Work..!


Setiap orang tahu apa itu Tim, setiap orang juga tahu bagaimana orang-orang untuk menjadi sebuah Tim. Sebenarnya setiap orang di planet ini terlibat atau melibatkan diri dalam pembentukan Tim. Oleh Karena itu  kita dirancang untuk berfungsi dalam jalinan dan hubungan saling ketergantungan dengan orang lain. Kita di ciptakan untuk menjadi pemeran tim. Suatu keluarga merupakan sebuah tim.  klub olahraga, seni atau organisasi kemasyarakatan menjadi sebuah tim. Suatu bisnis pun sebuah tim.  Gereja, Kelenteng, Wihara,Mesjid atau organisasi lainnya juga sebuah tim. Suatu staf Rumah Sakit merupakan sebuah tim. Suatu kantor pemerintah pun sebuah tim ada berbagai bentuk tim seperti tim Kantor Bedah terdiri pergabungan tim ahli bedah,ahli bius, ahli anestesi,perawat,semuanya terkait secara mulus; Tim Spesialis, tim seperti ini sering kali terbentuk dari orang-orang yang berkualitas dan dipilih cermat.Tim Proyek maupun tim multi disipliner  yang merupakan  paduan efektif dan kecakapan,pengetahuan, dan bakat. Kapan dan dimana pun orang bersama-sama atau berada dalam kebersamaan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan itulah sebuah tim.
Setiap orang akan memilih tim terbaik. Setiap orang tahu bagaimana mengatur tugas diantara anggota-anggotanya. Prioritas utama sebuah tim apapun adalah belajar berfungsi seefektif dan semulus-mulusnya sehingga secara individu dan bersama-sama, anggota tim itu dapat meraih sasaran yang tepat. Akan tetapi  jika semuanya telah jelas, mengapa dalam realitas ada tim yang berhasil dan ada juga tim yang gagal. Semua tim dibentuk dengan tujuan baik, tetapi tidak semua tim berhasil.
Tim terbentuk berupaya keras dalam menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan jika kinerja ini di upayakan oleh individu-individu secara sendiri-sendiri. Dalam beberapa kasus tim tampaknya tidak mampu bekerja baik dan membuahkan hasil yang lebih buruk dari pada hasil kerja satu orang yang cakap bekerja sendiri.
Secara teoritis kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama menuju suatu visi dan misi yang sama, kemampuan mengarahkan pencapaian individu kearah sasaran organisasi.Itulah akar motivasi dan ransangan yang memungkinkan orang biasa mencapai hasil yang luar biasa.
KONSEP TIM DAN SINERGI.
Tim (Team) bukan lah sekedar kata, melainkan mengandung akronim untuk suatu kebenaran yang dahsyat ; Kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono “Bersama Kita Bisa” atau dijaman penjajahan dikenal kata Patriotisme “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh” dan di abad modern dikenal Aforisme berikut ini mungkin mengandung sejumlah Refleksi  “Together  Everyone Archieve More” artinya “ Bersama-sama setiap orang mencapai lebih “.
Konsep Tim maknanya terletak pada ekspresi kata yang kita sebut dengan SINERGI, berasal dari  Yunani Sunergos  artinya “bekerja bersama” ; dari Sun (“bersama”) dan Ergon (“bekerja”). Sebuah sinergi  berarti interaksi dari dua individu atau lebih atau kekuatan yang menunjukan kombinasi tenaga mereka melebihi jumlah tenaga individu mereka. Dengan demikian sinergi merupakan daya kerja tim untuk menyatukan tenaga individu, untuk menutup keterbatasan individu, supaya sasaran yang lebih banyak dan lebih besar dapat di capai. Bekerja sebagai sebuah tim, kita sanggup menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan kita. Kerja tim tidak menengelamkan kekuatan individu tetapi mengangkat mereka. Pada saat yang sama, kekuatan individu kita terbukti yang menjadikan kebesaran tim. Setiap individu dalam tim harus memiliki kemampuan dan keyakinan untuk membuat kontribusi individual   yang besar bagi upaya tim.  Jadi setiap individu juga harus memiliki kerendahan hati dan semangat kerja sama untuk menghargai,mendorong, dan membangun diatas kontribusi-kontribusi masing-masing.
Hal ini menjadi sinergi tindakan pengembangan. Setiap individu anggota tim harus memiliki kepercayaan tinggi pada kemampuan diri sendiri atas kemampuan didalam tim. Kepercayaan itu mendorong individu anggota tim untuk melangkah maju atau mundur, melakukan kreatifitasnya sesuai tuntutan kerjasama tim.
SINERGI DIANTARA ANGGOTA
Ketergantungan timbal balik anggota tim tidak serta merta menghasilkan sinergi, terutama ketika satu individu lebih tergantung pada individu yang lain dan ketika setiap  anggota memilih untuk memberi yang terbaik untuk tim nya dengan membentuk organisasi. Walaupun lebih mudah untuk menciptakan struktur organisasi yang memerlukan ketergantungan timbal balik diantara anggota tim, namun pencapaian sinergi hasil optimal adalah tugas yang lebih sulit.
Dalam pengertian kuantitatif sinergi adalah “sumumbonum” terjemahan bebas buah tertinggi dari yang tertinggi, dari kerja tim untuk menyabarkannya, secara sederhana ketergantungan timbal balik berarti bahwa satu tambah satu lebih besar dari satu, tetapi belum tentu sama dengan dua, biasa terjadi paling sedikit sama dengan tiga atau lebih. artinya hal yang membuat dua individu bekerja bersama karena mereka mendapatkan keuntungan dengan bekerja sama sehingga hasil bersama itu lebih menguntungkan dari pada dikerjakan sendiri-sendiri. Pada Essensinya sinergi memilki makna bahwa satu ditambah satu pasti telah besar dari dua. Dengan kata lain, hasil dari suatu tim yang efektif harus lebih besar dari hasil masing-masing individu. Jika tidak, tim benar-benar mencapai suatu yang tidak optimal. Sinergi diantara individu dalam kerja tim adalah tingkat saling ketergantungan manusia yang tertinggi, paling produktif dan memuaskan. Sinergi dalam kerja tim memiliki kekuatan dinamis, katalis yang sedemikian sehingga mempengaruhi bagaimana individu-individu berinteraksi satu dengan yang lain. Tentunya hal ini terjadi dari jiwa yang saling menghargai dan sama-sama memahami  diantara masing-masing anggota kerja tim dalam menghasilkan sesuatu yang baru, karena itu sinergi kerja sama tim bukannya berangkat dari kompromi  atau tawar menawar.
ARTI KEKUATAN SINERGI DAN KERJASAMA TIM

Sebuah cara yang bagus untuk memahami sinergi adalah melalui metafora mengenai tubuh. Tubuh bukan hanya terdiri dari tangan dan bahu serta kaki dan paha berikut otak, lambung, jantung semuanya di gabungkan bersama. Tubuh menjadi keseluruhan yang sinergistis ajaib yang dapat melakukan banyak hal yang indah, karena cara bagian-bagian anggota badannya bekerja bersama. Keseluruhan tubuh dapat membuat jauh lebih banyak dari pada yang dapat dilakukan semua bagian terpisah secara tersendiri-sendiri, digabungkan dan saling berhubungan.
Suatu contoh lain dari sinergi dan kerjasama Tim sebagai contoh ideal seperti “Semut”. Sejumlah semut adalah pemotong daun,  semut-semut yang lain membawa daun kesarang, Lalu ada tim prajurit yang mempertahankan dari serangan pemangsa semut. Ada tim semut kecil yang menaiki daun untuk melindungi terhadap parasit. Ada ratu semut yang bertelur, dan ada pekerja yang melayani ratu dan bayinya. Beberapa dari semut itu adalah penjaga jamur, dan mereka merawat jamur-jamur yang diproduksi daun karena semut itu hanya memakan jamur, bukan daun nya. Dan setiap semut bila bertemu dengan sesamanya meluangkan waktu sejenak untuk bertegur sapa. Bagaimana dengan manusia?
Sama halnya dengan sebuah organisasi dan perusahaan yang masing-masing anggotanya sering berjuang untuk bekerja dalam TIM serta untuk mancapai hasil yang sinergis sehingga satu tambah satu dapat lebih besar dari dua, dan bahwa hasil sinergi dan kerjasama tim akan menguntungkan setiap anggota TIM.
Yang menarik, banyak jenis binatang juga mampu melakukan hal tersebut secara otomatis. Babon, Serigala, Anjing Liar, dan banyak jenis binatang lainnya dikenal hidup dan berburu secara kelompok sejak berabad-abad yang lalu. Setiap Binatang yang bekerja sendiri seperti Macan, Singa, Kucing Hutan, tidak pernah dapat menghadapi tantangan yang lebih besar sendirian. Namun jika mereka bekerja bersama-sama, Binatang-binatang yang lebih kecil seperti segerombolan domba atau kuda dikenal dapat mengusir Pemangsa mereka yang lebih besar. Terkadang mereka bahkan dikenal berani merampas bangkai dari Pemangsa mereka yang lebih besar agar bisa makan. Yang lebih menakjubkan  lagi, dengan bekerja bersama-sama, mereka bahkan mampu mengintimidasi Macan, Singa dan Kucing Hutan Muda, Hukum alam telah memastikan bahwa yang tidak dimiliki  oleh Binatang ini secara Individu-Keberanian dari binatang yang lemahpun dapat terbentuk menjadi sebuah kekuatan luar biasa ketika mereka bekerja sebagai sebuah TIM.
Itulah kekuatan mengagumkan sinergi dan kerjasama tim di alam dan itu merupakan model yang semestinya menjadi bahan refleksi dan renungan. Hal ini berarti dalam sinergi dan kerja sama Tim yang mengagumkan dari kekuatan masing-masing individual, fungsi individual, kemampuan individual, dan  mengemasnya supaya beroperasi dalam kesinkronan satu sama lain, semuanya mengarah pada suatu sasaran tangguh akan menghasilkan karya luar biasa. Tim yang dapat mewujudkan sinergi sempurna seperti itu menjadi mengagumkan, kekuatan yang tidak dapat dihambat dan tidak terbendung.
Jadi sinergi berhubungan dengan kajian diantara bagian-bagiannya. Dalam keluarga misalnya saat suami isteri berinteraksi, atau saat orang tua berinteraksi dengan anak-anaknya, sinergi terletak dalam hubungan diantara mereka. Disana tertletak pikiran kreatifnya, pikiran baru yang menghasilkan pilihan-pilihan baru, alternatif lain Sinergi bukan hanya kerja kelompok atau kerjasama. Sinergi adalah kerja kelompok yang kreatif, kerjasama yang kreatif. Sesuatu yang baru yang tidak ada sebelumnya di ciptakan dan tidak akan dapat di ciptakan tanpa mensyukuri perbedaan. Kunci untuk menciptakan sinergi dengan belajar untuk menghargai bahkan mensyukuri perbedaan latar belakang Adat Istiadat, Kepribadian maupun pengalaman dan pendidikan. Karena perbedaan-perbedaan itulah yang menunjukan hasil kerja tim menjadi lebih baik dan optimal.
Kita memahami ternyata dalam hidup ini setiap orang memiliki perbedaan-perbedaan dan kita juga memahami bahwa menghargai keunikan orang lain itu berat. Banyak orang lebih cenderung ingin membentuk orang sesuai dengan ukuran pandangan atau gambaran dirinya sendiri. Dengan selalu merasa diri paling benar atau merasa aman bilamana pendapatnya yang paling benar sedangkan pandangan atau mendengarkan pendapat pihak lain  yang berbeda dengan diri sendiri maka terjadi konflik batin seakan-akan pandangan atau pendapat berbeda tersebut mengancam posisi rasa aman terhadap diri sendiri. Kita ingin mereka sependapat dengan kita, untuk berpikir seperti cara kita  berpikir, atau mengikuti ide-ide kita. Tetapi seperti lazimnya berlaku asas “ kalau setiap orang berpikiran sama tentunya tidak ada tempat lagi yang berpikir berbeda” Tanpa perbedaan, tidak ada dasar untuk sinergi, tidak ada opsi untuk menciptakan solusi-solusi dan peluang-peluang baru. Kuncinya tentu kita belajar menggabungkan yang terbaik dari perbedaan menjadi sebuah kekuatan yang menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Anda tidak dapat membuat masakan lezat tanpa keragaman. Anda tidak dapat membuat gado-gado atau salad tanpa keragaman. Keragaman itulah yang menciptakan minat, rasa,kombinasi baru yang menggabungkan yang terbaik dari semua hal yang berbeda.
FAKTOR PENTING KERJA TIM
Dalam sinergi dan kerja sama Tim juga mengandung unsur kerentanan bersama, penciptaan visi dan misi bersama, solusi baru, dan alternatif yang lebih baik, tetapi juga mengandung unsur rasa pertanggung jawaban bersama terhadap norma-norma dan nilai-nilai yang dibentuk dari hubungan sinergi dan kerja sama tim tersebut. Inilah yang meletakan keputusan moral atau etis kedalam budaya kerja tim. Dengan demikian terciptanya nilai moral dan etis tersebut mendorong individu dalam tim untuk menjadi lebih jujur, fair, berbicara dengan lebih terus terang, dan memiliki keberanian untuk bertanggung jawab. Sinergi adalah momen keajaiban dari kerentanan bersama. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi . Anda harus siap dan bersedia menghadapi resiko. Yang jelas buah dan ikatan dari sinergi yang sejati tidak ternilai harganya.
Usaha menghasilkan tim yang bisa berfungsi secara penuh harus melakukan minimal beberapa hal , pertama melakukan pertemuan selayaknya sebuah tim, kedua berkembang sebagai tim, dan ketiga bekerja bahu membahu, keempat menyusun agenda , kelima memecahkan masalah menejemen dan menjalankannya, keenam berpikir sebagai tim, ketujuh memberikan kemudahan dan pemberdayaan individu, kedelapan bagaimana kepercayaan dan penghargaan, terakhir kerja tim adalah arah tujuan. Faktor penting untuk kejayaan dan keberhasilan tim diperlukan karakter individu yang memiliki keyakinan, yang jujur dan memiliki integritas, yang memiliki kematangan, yang penuh tanggung jawab, yang memiliki kesanggupan untuk memulai, gigih dan menyelesaikan, yang memiliki keteguhan hati, Yang rendah hati, yang menggunakan pengaruhnya dengan bijaksana.
PRINSIP KERJA TIM
Guna mendukung hal tersebut diperlukan beberapa prinsip untuk kenyamanan tim yang efektif yaitu : memperoleh bakat terbaik dari masing-masing individu ; mendemonstrasi dan mengembangkan kepemimpinan ; merangsang komitmen tim ; memberi inspirasi keamanan dan antusiasme tim ; membangun sikap tim yang kuat ; memberdayakan individu ; supaya menonjol dilingkungan tim ; menciptakan lingkungan tim atas dasar saling percaya dan saling menghormati ; membangun suatu pondasi karakter tim dan individual ; prilaku yang tidak egois dan rela berkorban ; berpikiran terbuka.
Seperti tentara diajari cara untuk beroperasi dan bekerja sebagai sebuah tim dan cara untuk menyesuaikan diri. Perilaku yang tepat dihargai, sementara perilaku tidak tepat akan dihukum berat. Jadi dengan mengkondisikan mereka agar bergerak, bertindak, dan berperilaku sebagai sebuah tim selama pelatihan, mereka mampu bertindak seperti  juga saat sedang berperang. Pelatihan, disiplin, komunikasi, dan umpan balik yang jelas serta pembatasan, peran yang jelas adalah faktor penting dan diperlukan untuk mencapain sinergi.
Sebenarnya kerjasama tim yang efektif sering kali merupakan hasil dari disiplin yang ditentukan oleh masing-masing anggota tim. Mereka memastikan bahwa tidak hanya perilaku yang diubah, tetapi setiap anggota memiliki sikap yang tepat untuk mempertahankan kebersamaan dan kepentingan kelompok. Jelasnya perlu waktu untuk melatih sebuah tim. Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk melatih sepasukan tentara agar siap berperang. Sama hal nya juga kerjasama tim memerlukan waktu beradaptasi, terampil berkomunikasi,  bergaul, penyesuaian  karakter, membentuk kompetensi, ketegasan, visi dan misi.
KERJA TIM ADALAH ARAH TUJUAN
Masing-masing individu anggota tim harus memainkan atau memerankan secara bersama-sama untuk menjadi :
* Driver dalam mengembangkan gagasan, memberi arah, menemukan hal-hal   baru ;
- Planner    – Menghitung kebutuhan tim, merencanakan strategi kerja, menyusun jadwal ;
- Enaber     -   Ahli memecahkan masalah, mengelola sarana/sumber daya, menyebarkan gagasan,
melakukan negosiasi ;
- Exec       -   Mau bekerja menghasilkan output, mengkoordinir, dan memelihara tim ;
- Controller     -Membuat catatan, mengaudit, dan mengevaluasi kemampuan tim.
Kerjasama tim bukanlah akhir mencapai tujuan, tapi merupakan tujuan itu sendiri. Kerjasama tim adalah tujuan. Bila masing-masing anggota tim mencapai sasaran yang sebenarnya dari kerja tim, maka kemenangan menjadi suatu rasa yang dimiliki bersama, terus sepanjang perjalanan terjalin keutuhan sebuah tim. Diperlukan tim untuk meluncurkan suatu impian, jadi masing-masing anggota tim memiliki kemampuan untuk menghimpun kekuatan tim dan meluncurkan impian tim setinggi langit. Kumpulkan potensi dari masing-masing individu anggota untuk bersama-sama meraih keutamaan, setiap individu untuk meraih keajaiban bersama, setiap individu untuk saling mengasihi lalu saling angkatlah satu sama lain untuk mencapai kebesaran. Menjadi suatu persaudaraan pemenang.
Jadikanlah satu tim yang kokoh,teguh, dan memegang komitmen pada prinsip-prinsip kerja tim menyatu menjadi satu kesatuan tubuh dan semangat. Jadilah kerja tim yang pada dasar, paling sempurna, paling bermakna, paling kuat, tercipta bila kita juga memiliki komitmen, menyatu sebagai satu kesatuan, badan, pikiran, dan semangat jiwa bersenyawa.
PENUTUP
Cerita lain sebagai penutup untuk mengilustrasikan bahwa secara sederhana kunci dari kekuatan Tim, jika masing-masing anggota Tim benar-benar saling percaya dan saling menghargai dalam kerja Tim. Satu contoh terjadi pada diri seorang Petani yang merasa prihatin dengan Kelima anaknya yang terus menerus saling bertengkar. Tidak ada kepercayaan atas Persaudaraan, tidak ada penghargaan atas Persaudaraan, hanya berkelahi, bertengkar, saling ejek. Akhirnya, Petani itu memanggil anaknya berkumpul bersama melingkarinya. Ditengah-tengah lingkaran ia melempar seikat lidi yang sudah diikat kuat dengan dua tali. Kemudian ia menunjukkan sekeping koin yang masih berkilau “ini kepingan emas dua puluh lima Dollar” katanya, “ Akan menjadi milik salah satu diantara kamu yang sanggup mematahkan ikatan lidi menjadi dua bagian”.
Kelima anaknya saling memandang satu sama lain, kemudian masing-masing anak mencoba  mematahkan ikatan lidi dengan cara mematahkan melalui kekuatan pada lututnya, menginjak, membanting, tapi semua cara ternyata sia-sia. Ikatan lidi tersebut ternyata “Tidak dapat dipatahkan” akhirnya mereka mengeluh. Namun Petani berujar “Bisa saya patahkan” dengan sambil mengantongi kepingan koin masnya. Kemudian ia menekuk dan melepas tali pertama sehingga lidi mulai terurai.
Petani memegang ujung lidi tercerai berai dengan mengambil sebatang lidi diantaranya lalu dengan mudah mematahkannya, dan menyerahkan kepada anak pertama. Ia lalu melanjutkan dengan mematahkan lidi yang lain dan menyerahkan pada anak Kedua dan seterusnya sampai anak yang Kelima. Kemudian ia memunggut tali yang semula menyatukan lidi itu.
Petani menjelaskan “ Tali ini disebut PENGHARGAAN”  katanya “Dan tali yang ini KEPERCAYAAN “, dengan dua kekuatan yang menyatukan kalian semua, tidak ada musuh yang dapat mematahkan atau mengalahkan kalian jika bersatu. Tetapi jika kalian saling bertengkar dan bermusuhan, kalian mengalahkan diri kalian sendiri.
Demikian wejangan Petani kepada Kelima anaknya. Akhirnya cerita ini menjadi bahan Refleksi dan Renugan. Tanpa Refleksi hidup menjadi tidak berarti. Tanpa Renungan hidup menjadi dangkal, bobot sirna, dan kita terperangkap dalam jalan tanpa arah. Refleksi dan Renungan menjadi sarana meditasi yang akan membuat hidup kita penuh makna dan isi. Sekian, semoga  ilustrasi ini menjadi bahan Refleksi dan Renungan bermanfaat bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar